Di zaman sekarang, istilah penyakit keturunan tampaknya mendominasi banyak laporan medis. Beberapa penyakit yang menuduh genetik sebagai biang keladi adalah: kanker, jantung, diabetes, dan stroke. Secara kebetulan, keempat penyakit ini mengkontribusikan 8 dari 10 kematian manusia modern.
Tapi apakah benar semua penyakit ini hanya milik anak-anak para penderitanya? Dan bahwasanya para penderita penyakit ini hari ini mendapatkannya dari orang-tua mereka? Kalau begitu, siapa yang pertama kali mendapatkannya?
Saya hanya mengajak Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian untuk berpikir sejenak dan mencoba mendengar hipotesa yang saya buat berikut.
Menurut saya, penyakit keturunan yang berbasis pure genetic passdown kepada keturunan kita bukanlah faktor yang signifikan. Ada orang yang menderita penyakit kanker tanpa ada penderita kanker di 2-3 generasi sebelumnya. Ada pula yang menderita penyakit jantung koroner yang anak-anaknya tidak satupun yang terjangkiti penyakit yang sama.
Alasan mengapa banyak anak yang juga mengidap penyakit yang diderita orangtuanya karena faktor lifestyle passdown atau keturunan gaya hidup. Orang tua gemuk umumnya menghasilkan anak-anak yang gemuk pula, kebanyakan bukan karena faktor DNA (genetik) tetapi karena apa yang disajikan di meja makan keluarga dikonsumsi oleh seluruh keluarga, karena orang -tua yang tidak berolahraga bukanlah role-model yang baik bagi anak-anaknya untuk mau berolahraga juga.
Kunci untuk memiliki anak-anak yang sehat dan berdaya tahan tinggi adalah menjadi orang-tua yang sehat pula. Pengalaman belajar anak-anak pertama kali adalah dari orang-tuanya. Mereka juga tidak punya pilihan terhadap makanan yang dihidangkan orang-tua mereka. Dan faktanya pula, banyak orang-tua yang lebih memilih menghidangkan makanan-makanan favorit anaknya yang kurang sehat daripada berargumen dan berselisih gara-gara sang anak tidak mau makan kalau bukan makanan favoritnya.
Jadilah orang-tua yang menggemari makanan-makanan sehat dan berolahraga. Anak-anak akan secara alamiah mencontohnya dari Anda.
|